Posts

Showing posts from December, 2012

Modernisasi Pasar Tradisional sebagai Penyangga Perekonomian Nasional.

Boleh jadi, Amerika Serikat dan Eropa menjadi tolok ukur raksasa kapitalis dunia. Karena di sana terdapat berbagai macam pusatnya modernisasi, dan kebijakan monopoli dunia berpusat. Tentu saja, kita tidak bisa mengabaikan China sebagai pendatang baru yang diprediksi akan memimpin perekonomian dunia pada masa-masa mendatang. Jepang dengan kemajuan teknologinya, masih tetap tidak bisa diabaikan dalam perekonomian di tingkat Asia. Akan tetapi, negara terkaya di dunia letaknya sebenarnya tidak jauh dari tempat kita tinggal. Ya, Indonesia kita inilah yang merupakan negara terkaya di dunia. Mulai dari barang tambang semua ada seperti timah, tembaga, besi, emas, perak hingga berlian ada di bumi kita ini. Dengan dua musim kemarau dan penghujan tanpa ada musim semi dan salju, membuat hampir semua jenis tanaman di dunia bisa tumbuh subur. Tidak heran jika Koes Plus sampai menukilperibahasa dalam lagunya : negeri yang kayu dan batu jika disentuhkan menjadi tanaman. Akan tetapi, kekayaan p...

Suporter Sejati, Bisa Mengendalikan Diri

              Pada tahun tujuh puluhan, sepakbola kita bisa berbangga diri mengingat tim nasional kita disegani di kawasan Asia. Bahkan, kualitasnya lebih baik daripada Jepang waktu itu. Kenangan itu berbanding terbalik dengan tim nasional saat ini. Tidak pernah menjadi juara dan yang terakhir dikalahkan Bahrain dengan skor 10-0. Sebuah hasil yang sangat menyesakkan dada.             Tak ada asap jika tidak ada api, pepatah ini saya kira cocok untuk menggambarkan kualitas tim nasional kita. Lemahnya tim nasional kita, secara langsung dipengaruhi oleh dualisme kepemimpinan PSSI di bawah Arifin Djohar dan KPSI di bawah La Nayla Mattaliti. Sikap keras kepala yang ditunjukkan oleh kedua kubu, menunjukkan bahwa dunia persepakbolaan kita sedang terserang penyakit kronis bernama politik.             Akibatnya, tim nasi...

Menulis Karya Tulis Part 2

Mengurai judul menjadi latar belakang masalah Setelah pada episode sebelumnya kita berbicara tentang penentuan judul, maka langkah berikutnya adalah bagaimana menguraikan judul menjadi sebuah penjabaran yang berbobot. Kesalahan yang biasanya terjadi dalam menyusun latar belakang adalah aktivitas menyamakan persepsi bahwa latar belakang masalah itu menguraikan judul. Sehingga, terkadang banyak kutipan yang mendefinisikan variabel dicantumkan dalam bagian ini. Sehingga, latar belakang yang disusun pun lebih mirip kajian pustaka daripada latar belakang masalah pada umumnya.   Paradigma utama yang harus dibangun dalam menyusun latar belakang masalah adalah bahwa latar belakang disusun untuk menjabarkan betapa pentingnya masalah itu untuk dibahas dan ditangani. Tidak perlu menjabarkan definisi variabel dengan menggunakan teori-teori yang sudah ada. Dalam latar belakang, pentingnya permasalahan yang akan diangkat ini harus bisa langsung dilihat dan disajikan berdasarkan fakta-f...

Menulis Karya Tulis Part 1

Menghitung Peluang Judul Menulis, begitu pentingnya sampai-sampai Umar bin Khatab mengatakan satu nasihat “ikatlah ilmu dengan menulis”. Nampaknya, ungkapan ini benar mengingat bahwa menulis merupakan salah satu aspek penting dalam sebuah peradaban. Bisa dikatakan bahwa semakin tinggi peradaban suatu kaum itu berbanding lurus dengan kualitas dan kuantitas tulisan yang dihasilkannya. Bahkan, dimulainya zaman sejarah pun ditandai dengan ditemukannya tulisan. Diduga, tulisan pertama kali ditemukan di lembah Sumeria (Irak) oleh bangsa Babylon dengan tulisan terkenalnya : hieroglif atau tulisan paku. Dinamakan demikian karena memang bentuk hurufnya seperti paku dan masing-masing merupakan suatu perlambang komunikasi yang sangat terbatas. Seiring dengan perkembangan zaman, tulisan pun semakin leluasa menemukan bentuk universalnya. Satu bentuk tulisan atau beberapa jenis tulisan yang bisa dipakai siapapun, dimanapun dan kapanpun berada. Tentu saja, bisa dimengerti oleh komunikan a...