Posts

Showing posts from 2013

Guru yang Belajar dari Murid

Guru dalam kitab-kitab Hindu dituliskan sebagai seorang pembagi ilmu atau pemandu spiritual murid-muridnya. Seiring dengan perkembangan zaman, istilah guru menyempit menjadi seorang yang mengajar di lembaga formal. Dengan ilmu mendalam yang dipelajari, maka guru pada saat ini lebih banyak perannya sebagai sebuahi profesi daripada panggilan jiwa. Sehingga, tidak heran jika banyak guru mengeluh ketika imbalan yang diterima dirasa kurang sesuai dengan pengabdiannya. Terlepas dari hak dan kewajiban dari guru, ada beberapa hal yang perlu kembali dipahami oleh para guru. Bahwa pada hakikatnya, seseorang bias mengajarkan kepada orang lain karena ia sudah terlebih dulu belajar dan membaca. Usia dan pengalaman, memang sudah sepantasnya membuat seorang guru lebih tahu dari muridnya. Tahu bukan berarti lebih pandai, karena bisa jadi muridnya lebih pandai daripada yang mengajarkannya. Tidak sedikit contoh seorang murid lebih pandai pada bidang-bidang tertntu daripada muridnya. Perkembanga...

Seleksi CPNS dan Reformasi Birokrasi

Moratorium yang diputuskan oleh Mendagri sejak tahun 2010 telah dicabut per 2013 ini. Artinya, berbagai lembaga pemerintahan pun membuka peluang putra-putri bangsa terbaik untuk memperebutkan kursi yang tersedia. Penumpukan lulusan sarjana selama tiga tahun terakhir, tentu membuat persaingan memperebutkan kursi cpns sangat ketat. Di beberapa tempat, bahkan telah dilaksanakan sistem ujian berbasis elektronik yang diklaim dapat meningkatkan kredibilitas hasil ujian. Di tempat lain, masih mempertahankan seleksi tradisional secara manual yang ujiannya serentak dilaksanakan pada tanggal 3 november. Sebagus-bagus sistem tetap saja memiliki kekurangan, termasuk dalam seleksi cpns ini. Proses seleksi yang cukup panjang dengan jarak ujian dan pengumuman kelulusan tentu menjadikan masyarakat was-was dengan isu-isu KKN. Di sisi lain, panitia akan kesulitan jika waktunya dipersingkat. Pada akhirnya, para peserta seleksi awam pun tak terlalu memikirkan permasalahan ini karena telah sibuk deng...

Mewariskan Sungai untuk Anak Cucu

Image
Saat ini, perkembangan jumlah penduduk meningkat dengan pesat. Berdasarkan data statistik, jumlah penduduk Indonesia saat ini sejumlah 240 juta jiwa. Setiap orang membutuhkan 3 kebutuhan pokok   yakni pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan modern, syarat utama seseorang bisa percaya diri dalam masyarakat adalah dengan memiliki rumah sebagai tempat tinggal. Semakin mewah rumah yang dibangun, semakin meningkat pula gengsi yang dimiliki orang tersebut. Akibatnya, orang-orang kaya banyak yang membangun rumah mewah nan megah. Sedangkan orang-orang miskin hanya mampu membuat gubuk-gubuk kecil yang terkadang rawan gusur karena tidak memiliki sertifikat. Kondisi ini telah membuka peluang bagi para kontraktor dalam ekspansi pembangunan perumahan. Dengan kondisi lahan yang banyak beralih fungsi menjadi hunian, maka semakin menipislah areal-areal pertanian produktif. Apalagi, para petani saat ini tidak mendidik anaknya untuk menjadi seorang petani tetapi menjadi pegawai kantoran. ...

Tragedi Mendoan

Beberapa hari ini, siap-siap saja gigit jari jika ingin mencari mendoan hangat di warung-warung angkringan. Harga kedelai yang melambung tinggi, memicu protes dari para pembuat tempe di seluruh Indonesia. Akibatnya, produksi tempe sebagai lauk paling populer di negeri kita ini pun terhenti. Bagi para pecinta menu angkringan, saya kira peristiwa ini menjadi tragedi yang cukup serius. Pasalnya, secara tidak langsung tempe merupakan bahan dasar lauk yang ada di menu-menu seperti nasi kucing, mendoan, oseng-oseng tempe hingga campuran nasi goreng. Di negeri ini, terlalu banyak orang pintar, tetapi hanya sedikit yang peduli dengan tugas dan tanggung jawab terhadap kepintarannya. Seperti yang terjadi sebelum melambungnya harga kedelai akibat permainan pasar eksportir Amerika, kasus impor daging sapi telah menjadi salah satu kasus suap terbesar di Indonesia. Prasangka pun pasti muncul, apakah ada permainan juga di dalam kasus naiknya kedelai kali ini. Sungguh, di negeri yang kaya ray...