Pendidikan, antara Kesadaran dan Keteladanan
Sudah lebih dari enam dekade, sejak proklamasi dideklarasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Dari penjajah, kita belajar untuk bersatu dan mempertahankan harga diri dan martabat. Dari pemberontakan, kita belajar tentang indahnya saling memahami. Dan dari kegagalan reformasi, kita belajar tentang kejujuran. Alasan kelemahan bangsa kita saat ini dikarenakan oleh ketidakjelasan arah pendidikan dalam mewujudkan Indonesia yang cerdas dan bermartabat. Sehingga, tidak mengherankan jika pelaksanaan pendidikan kita masih banyak yang jauh dari harapan. Terutama, jika kita memperbandingkan kenaikan anggaran pendidikan dengan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai. Kalau tidak percaya, lihatlah proses pembelajaran di kelas dan bisa kita tanyakan kepada para guru. Bahwa, kenaikan biaya untuk menggaji guru belum tentu membuat kinerja dan kesadarannya meningkat. Kebijakan pemenuhan 24 jam mengajar dalam seminggu sebagai syarat sertifikasi misalnya. Telah membuat para guru lebih mementingka...