Posts

Showing posts from July, 2014

“Emas Ireng”

Sudah seminggu ini, suasana desa mencekam. Kedatangan orang-orang berbaju merah tempo hari telah merusak kedamaian. Anak-anak tak lagi mau bermain sepulang sekolah, beberapa bahkan tak mau pergi ke sekolah karena masih trauma. Tiga rumah dibakar, lima rumah rusak berat, yang lain pecah kaca dan gentingnya. Para pemancing yang tiap sore sudah berjajar mulai pukul empat sore, kini tak lagi nampak satupun. Angin laut tak lagi bertiup sepoi seperti dituliskan dalam novel-novel cinta. Angin laut tiba-tiba berasa dingin dan keras. Para petani tak lagi bersemangat menenteng cangkulnya ke tanah berpasir. Mereka kini telah membentuk kelompok-kelompok kecil yang mangatasnamakan diri sebagai “Komunitas Penolak Relokasi Pasir Besi”. Mulai di warung-warung koboi, di perempatan jalan dan di pos-pos ronda, bahasan yang dibicarakan selalu sama, “Tolak eksplorasi pasir besi dan bebaskan Suratmin!”  Pantai sebagai bagian dari Sultan Ground, sudah dipinjamkan raja kepada masyarakat untuk...