Mari Mencintai “Samudera” Kita
Bulan ini, 51 tahun yang lalu satu peristiwa yang mengharu biru adalah terjadinya satu mozaik perjuangan mewujudkan kemerdekaan di samudera. Sedikit tidak lazim, karena pertempuran-pertempuran yang lain terjadi di wilayah daratan Indonesia. Apalagi, para pejuang belumlah memiliki peralatan yang canggih seperti yang dimiliki oleh tentara angkatan bersenjata kita. Seperti yang tercantum dalam buku-buku sejarah kita, pada peristiwa tersebut gugur seorang pahlawan Yoes Sudarso yang namanya diabadikan sebagai gugus pulau di kaki kepala burung Pulau Papua. Serta wakilnya, yakni Sudomo yang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan dua kapal lain. Sebuah pesan semangat dari sejarah yang barangkali mulai kita lupakan karena mengurusi hal-hal sepele yang berujung pada kerusuhan, bahkan sampai kekerasan. Sepertinya, bangsa ini harus kembali diingatkan betapa kita memiliki kekayaan laut yang sangat besar dan luas. Hanya saja, sepertinya saat ini sudah mulai disingkirkan oleh para generasi p...